Senin, 04 September 2023

Jurnal Refleksi Dwi Mingguan Modul 1.2 : Nilai-Nilai dan Peran Guru Penggerak

Saya Ratna Dewi, Calon Guru Penggerak Angkatan 8 dari SD Negeri 023 Loa Janan Kutai Kartanegara Kalimantan Timur. Pada kesempatan ini saya akan menulis mengenai Jurnal Refleksi Dwi Mingguan Modul 1.2 tentang Nilai dan Peran Guru Penggerak. Jurnal ini dibuat untuk melakukan refleksi diri setelah mengikuti sebuah kegiatan pendidikan, Jurnal ini ditulis secara rutin setiap dua mingguan. Jurnal dwi mingguan merupakan salah satu tugas yang harus dibuat oleh setiap calon guru penggerak.

Saya akan menulis mengenai refleksi saya mengenai kegiatan-kegiatan pendidikan Guru Penggerak yang sudah saya lalui, khususnya pada modul 1.2 tentang Nilai dan peran Guru Penggerak. Kegiatan pembelajaran modul 1.2 telah selesai saya ikuti, ada banyak pengetahuan-pengetahuan baru yang saya peroleh selama kegiatan pendidikan. Dalam menulis jurnal refleksi ini saya menggunakan model 1 yaitu model 4F yaitu : Fact (peristiwa), Feeling (perasaan), Findings (pembelajaran), Future (penerapan).

Jurnal Refleksi Dwimingguan Modul 1.2 ini sebagai refleksi diri setelah selama dua minggu kedua mengikuti kegiatan Pendidikan CGP yang kedepannnya akan ditulis secara rutin selama dua mingguan sebagai tugas yang harus dikerjakan oleh seorang calon guru penggerak. Dalam menulis jurnal refleksi ini saya menggunakan model 1 yaitu model 4F: Fact; Feeling; Findings; dan Future, yang diprakarsai oleh Dr. Roger Greenaway. 4F dapat diterjemahkan menjadi 4P yakni: Peristiwa; Perasaan; Pembelajaran; dan Penerapan.

1.  Facts (Peristiwa)

Setelah saya mempelajari modul 1.1 yang berkaitan tentang Pendidikan Menurut Ki Hajar Dewantara, maka kami melanjutkan ke materi 1.2 mengenai Nilai-nilai dan Peran Guru Penggerak. Pada modul ini saya mulai dengan mempelajari materi kemudian kami diminta untuk membuat trapesium usia. Trapesium usia ini merupakan gambaran diri saya dimulai dari mengawali Pendidikan yang saya tempuh di usia taman kanak-kanak sampai pada usia sekarang bekerja sebagai guru. Pada saat usia sekolah kami diminta mengingat satu dari beberapa kejadian positif dan negatif yang pernah saya alami. Pada saat proses membuat trapezium usia, saya dapat mengingat betul walau kejadiannya sudah sangat lama terjadi baik itu mengenai hal positf dan negative yang pernah saya alami yang berkaitan dengan guru saya dulu.

Disini saya menyadari bahwa peran guru sangat berpengaruh kepada saya. Saya harus bisa menjadi seorang guru yang nantinya memberikan pengaruh positif kepada peserta didik saya, dan berusaha sebaik mungkin tidak memberikan pengaruh negative kepada anak sehingga momen ini menjadikan sebagai jekadian negative yang akan dikenang selamanya oleh peseta didik saya. Kemudian pada materi selanjutnya, saya diminta untuk mengidentifikasi nila-nilai guru penggerak yang sudah ada pada diri saya. Kemudian bagaimana nilai-nilai guru penggerak tersebut bisa dilakukan dan dioptimalkan dalam pembelajaran (pemimpin belajar).

Materi di dalam modul 1.2 ini terbagi atas 3 materi besar yaitu bagian A tentang konsep manusia tergerak, lalu bagian B tentang konsep manusia bergerak, dan bagian C tentang konsep menggerakkan manusia. Selanjutnya saya dan teman-teman diarahkan pada ruang kolaborasi oleh fasilitator kami untuk berdiskusi Bersama, yang nantinya kami dibgai-bagi kedalam beberapa kelompok. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua kali pertemuan yakni pada tanggal 13 Septembr 2022 untuk diskusi Bersama kelompok kecil kemudian dilanjutkan pada tanggal 14 September 2022 untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompok kemudian di beri pertanyaan dan tanggapan oleh kelompok lainnya. Saya tergabung dalam kelompok 6 bersama ibu Roni dan Bapak Catur.

Di dalam kelompok ini, kami diminta membuat karya yang berisi gambaran singkat yang berbasis kekuatan nilai lalu merancang satu kegiatan yang sesuai dengan satu peran GP yang kelompok pilih. Pada diskusi ini kelompok kami, memilih peran sebagai coach bagi guru lain untuk sharing materi kepada rekan guru lainnya mengenai penilaian berbasis literasi dan numerasi. Keesokan harinya pada tanggal 21 September 2022 kami kegiatan Elaborasi Pemahaman 1.2 secara virtual pukul 15.30 s.d 17.00 WIB Bersama In Bapak Reddison, M. Pd. Beliau memaparkan materi secara terperinci dan jelas, sehingga saya semakin memahami materi pada modul 1.2 berkaitan dengan Nilai dan Peran Guru Penggerak serta mendapat banyak pemahaman baru hasil dari diskusi dan intruktur melalui tanya jawab yang dilontarkan ataupun tanggapan oleh CGP lainnya dari beberapa daerah lain.

2.  Feeling (Perasaaan)

Pengalaman saya selama mempelajari modul 1.2 ini sangat beragam. Saya menjadi menegtahui bagaimana cara kerja otak manusia yang terdiri dari dua yakni thinking fast dan thinking slow. Selama ini saya meyakini bahwa berfikir cepat dan tanggap serta akurat merupakan hal yang baik. Sekarang saya lebih memahami bahwa sebaiknya sebagai seorang pendidik saya harus membiasakan diri untuk berfikir lambat (thingking slow) supaya saya lebih dapat memberikan keputusan tidak terburu-buru dan lebih bijaksana sehingga mampu menilai dan melihat dari berbagai sudut/aspek sebelum memutuskan sesuatu.

Hal lainnya yang saya dapatkan adalah saya menjadi mengetahui 5 kebutuhan dasar manusia, yakni kebutuhan kasih sayang dan rasa diterima, kekuasaan, kesenangan, kebebasan, dan bertahan hidup. Kemudian tahap perkembangan manusia secara psikososial menurut erik erikson, bahwa setiap anak memiliki cara pandang sesuai dengan tahap tumbuh kembangnya. Diharapkan ketika kita sudah mengetahui psikososial di setiap tahap perkembangan manusia, kita menjadi tahu apa yang harus saya lakukan ketika berhadapan dengan peserta didik untuk menyesuaikan terhadap apa yang harus saya lakukukan sesuai dengan tahapan perkembangannya.

Selanjutnya diagram identitas gunung es yang menjelaskan konsep penumbuhan karakter. Fenomena gunung es di lautan dapat menggambarkan apa yang terlihat di permukaan tidak dapat menggambarkan apa yang ada di dalam laut. Fenomena ini dapat digunakan untuk membuat perumpamaan karakter. Karakter yang terlihat hanya 12% sedangkan 88% tidak terlihat. Yang terakhir adalah materi mengenai 5 nilai dan peran dari guru penggerak yang harus saya miliki yakni sebagai pemimpin pembelajaran, menjadi coach bagi guru lain, mendorong kolaborasi, mewujudan kepemimpinan murid dan menggerakkan komunitas praktisi.

3.  Findings (Pembelajaran)

Pengalaman saya selama mempelajari modul 1.2 ini sangat beragam. Saya menjadi menegtahui bagaimana cara kerja otak manusia yang terdiri dari dua yakni thinking fast dan thinking slow. Selama ini saya meyakini bahwa berfikir cepat dan tanggap serta akurat merupakan hal yang baik. Sekarang saya lebih memahami bahwa sebaiknya sebagai seorang pendidik saya harus membiasakan diri untuk berfikir lambat (thingking slow) supaya saya lebih dapat memberikan keputusan tidak terburu-buru dan lebih bijaksana sehingga mampu menilai dan melihat dari berbagai sudut/aspek sebelum memutuskan sesuatu. Hal lainnya yang saya dapatkan adalah saya menjadi mengetahui 5 kebutuhan dasar manusia, yakni kebutuhan kasih sayang dan rasa diterima, kekuasaan, kesenangan, kebebasan, dan bertahan hidup.

Kemudian tahap perkembangan manusia secara psikososial menurut erik erikson, bahwa setiap anak memiliki cara pandang sesuai dengan tahap tumbuh kembangnya. Diharapkan ketika kita sudah mengetahui psikososial di setiap tahap perkembangan manusia, kita menjadi tahu apa yang harus saya lakukan ketika berhadapan dengan peserta didik untuk menyesuaikan terhadap apa yang harus saya lakukukan sesuai dengan tahapan perkembangannya. Selanjutnya diagram identitas gunung es yang menjelaskan konsep penumbuhan karakter. Fenomena gunung es di lautan dapat menggambarkan apa yang terlihat di permukaan tidak dapat menggambarkan apa yang ada di dalam laut. Fenomena ini dapat digunakan untuk membuat perumpamaan karakter. Karakter yang terlihat hanya 12% sedangkan 88% tidak terlihat. Yang terakhir adalah materi mengenai 5 nilai dan peran dari guru penggerak yang harus saya miliki yakni sebagai pemimpin pembelajaran, menjadi coach bagi guru lain, mendorong kolaborasi, mewujudkan kepemimpinan murid dan menggerakkan komunitas praktisi.

4.  Future (penerapan)

Penerapan ke depan (Rencana) pengembangan diri yang sederhana, konkret dan rutin yang dapat saya lakukan sendiri dari sekarang, untuk membantu menguatkan nilai-nilai dan peran saya sebagai Guru Penggerak. Saya akan memulai dari diri saya sendiri untuk memperbaiki cara mengajar, menerapkan pembelajaran yang berpihak pada murid dan menyenangkan, berpihak pada murid dan penuh dengan inovasi. Menerapkan pembelajaran didalam dan luar ruangan dan yang paling penting menciptakan kenyamanan murid dalam belajar. Saya mewujudkan mandiri belajar dari berbagai sumber dan media untuk meningkatkan kualitas diri saya semacam mengikuti webinar, pelatihan dan melanjutkan Pendidikan saya ke jenjang berikutnya. Mencoba berfikir reflektif dan matang dalam menentukan sikap dan tindakan dan keputusan saya.

Selasa, 22 Agustus 2023

2.3.a.3. Mulai Dari Diri - Modul 2.3

 2.3.a.3. Mulai Dari Diri - Modul 2.3  

Ratna Dewi CGP Angkatan 8 Kab. Kutai Kartanegara 

SD Negeri 023 Loa Janan

Durasi: 1 JP

Moda: Mandiri


Tujuan Pembelajaran Khusus: CGP mampu mengidentifikasi pengetahuan, pengalaman, dan  keterampilan dirinya terkait coaching di konteks pendidikan.

Selama menjadi guru, tentunya pembelajaran Anda pernah diobservasi atau disupervisi oleh kepala sekolah Anda. Bagaimana perasaan Anda ketika diobservasi? 

Iya benar, selama menjadi guru pembelajaran yang saya lakukan di kelas pernah diobservasi dan disupervisi oleh kepala sekolah. Perasaan saya saat itu ketika mendapat informasi akan dilakukan observasi dan supervisi yaitu merasa sedikit khawatir namun tetap bersemangat. Kekhawatiran tersebut karena kondisi anak-anak ketika proses pembelajaran berlangsung. Sebab saya khawatir bahwa kondisi saat itu akan memicu anak-anak akan merasa kurang nyaman atau merasa terlalu diperhatikan oleh kepala sekolah, Sehingga akan membuat siswa merasa terbatasi ketika berdiskusi dengan guru di kelas dan menciptakan suasana yang menegangkan.

Selain itu rasa khawatir juga berkaitan dengan diri saya yang berprofesi sebagai guru. Meskipun pembelajaran di kelas sudah rutin dilaksanakan, namun suasananya ini akan diobservasi atau disupervisi, Saya merasa khawatir akan ada kekurangan, baik berkaitan dengan administrasi ataupun perangkat pembelajaran yang saya gunakan. Kendati demikian saya berusaha mempersiapkan semuanya sebelum tiba hari pelaksanaan observasi dan supervisi. Semua berusaha saya persiapkan dengan matang, Sesuai jadwal yang telah ditentukan saya membawa semua berkas administrasi perangkat pembelajaran, al-hamdulillah perangkat pembelajaran yang telah saya siapkan telah lengkap.

Dari kegiatan supervisi saya banyak masukan dari Kepala sekolah terutama pada bentuk apresiasi dengan menuliskan jawaban anak atas pertanyaan saya, agar ditulis pada papan tulis. Dari hasil supervisi ini sebagai refleksi untuk memperbaiki diri baik dari segi administrasi maupun kegiatan belajar mengajar di kelas. 

 

Menurut Anda, bagaimanakah proses supervisi akademik yang ideal yang dapat membantu diri Anda berkembang sebagai seorang pendidik ? 

Pertama, dilakukan pertemuan singkat antara guru dan kepala sekolah sebelum proses supervisi akademik dimulai. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa kedua belah pihak memiliki persepsi yang sama bahwa supervisi akademik dilakukan untuk saling berbagi pengalaman dan ilmu.

Kedua, pimpinan yang akan melakukan supervisi harus memberikan contoh dan cara bagaimana melakukan suatu kegiatan pembelajaran ataupun administrasi yang baik serta memberikan poin-poin penilaian yang akan dilakukan.

Ketiga proses supervisi harus dilakukan secara teratur dan terjadwal, sehingga seorang pendidik akan selalu mempersiapkan diri dengan baik dan perbaikan akan terus terjadi.

Keempat proses supervisi harus dilakukan dengan tujuan yang jelas.

Kelima proses supervisi harus mengutamakan umpan balik yang konstruktif dan positif. Pendidik harus diberi umpan balik yang jelas dan spesifik mengenai kekuatan dan kelemahan dalam pengajaran, serta diberikan saran dan rekomendasi yang dapat membantu meningkatkan kemampuan mengajar.

Keenam memberikan kesempatan kepada pendidik untuk berpartisipasi aktif dalam proses supervisi. Pendidik dapat mengajukan pertanyaan, memberikan masukan dan saran, serta berdiskusi mengenai upaya perbaikan dan pengembangan.

 

Menurut Anda jika Anda saat ini menjadi seorang kepala sekolah yang perlu melakukan supervisi, dimana posisi Anda sehubungan dengan gambaran ideal di atas dari skala 1 s.d 10 ? Situasi belum. ideal 1 dan situasi ideal 10 

Jika saya saat ini menjadi kepala sekolah yang melakukan supervisi, menurut saya kondisi guru di sekolah berada pada skala 8 dari 10 berdasarkan kriteria ideal yang saya miliki. Namun, saya memberikan skala 8 karena masih ada beberapa faktor yang mempengaruhi, seperti sebagian guru yang telah menerapkan pembelajaran inovatif dengan video atau game edukasi, tetapi beberapa guru masih merasa khawatir dengan supervisi akademik.

Oleh karena itu, perlu dilakukan pendekatan dan diskusi lebih dalam untuk memberi pemahaman bahwa supervisi bukanlah hal yang menakutkan.

Selain itu, masih ada beberapa guru yang belum melengkapi administrasi atau perangkat pembelajaran. Hal ini menunjukkan bahwa perlu adanya perbaikan dan introspeksi dari berbagai pihak agar proses supervisi yang ideal dapat terwujud. 

 

Aspek apa saja yang Anda butuhkan untuk dapat mencapai situasi ideal itu?

Aspek yang saya butuhkan adalah kompetensi teknis dan pedagogik.

Kemampuan observasi yang baik.

Kemampuan memberikan umpan balik yang efektif,

Kemampuan analisis dan evaluasi proses pembelajaran yang berlangsung.

Kemampuan mendengarkan dan keterbukaan.

Kemampuan berkomunikasi yang efektif, emapti dan memperdayakan sebagai pemimpin pembelajaran

Kemampuan memotivasi dan memberikan dukungan dengan baik kepada guru.

Kemampuan ketrampilan coaching yang baik.

Kemapuan melakukan strategi perubahan melaluipenerapan  pendekatan pembinaan

Apa saja harapan yang anda lihat pada diri anda sebagai seorang pendidik setelah mempelajari modul ini? 

Harapan saya setelah mempelajari modul ini, saya mampu memahami seluruh materi dan dapat mengikuti serangkaian kegiatan dengan baik sehingga kompetensi saya semakin berkembang. Sebagai seorang pemimpin pembelajaran, saya juga ingin berlatih menerapkan kegiatan coaching dalam praktik baik di lingkungan sekolah, menjadikan diri saya mempunyai nilai dan peran sebagai pemimpin pembelajaran yang dapat mewujudkan visi sekolah selaras dengan profil pelajar Pancasila dengan menciptakan lingkungan belajar yang berkualitas dimulai berkolaborasi dengan sesama guru dan warga sekolah, saling membantu memperbaiki kekurangan dan saling membagikan pemahaman dan pengalaman positif membuat perubahan menggerakkan komunitas sekolah melalui implemtasikan prinsip pembinaan

Apa saja kegiatan, materi, manfaat yang Anda harapkan ada dalam modul ini? 

1.    Modul  coaching, berupa definisi, tujuan, serta langkah-langkah pelaksanaan coaching. Materi ini mencakup coaching terhadap murid maupun sesama rekan sejawat.

2.  Materi tentang perbedaan coaching, mentoring, dan konseling dalam bidang pendidikan karena ketiganya masih sering sulit dibedakan. Guru diharapkan memiliki memiliki salah satu ketrampilan, yaitu coaching, agar dapat  melejitkan kemampuan dan potensi yang dimiliki siswanya, materi ini akan sangat membantu guru dalam melaksanakan praktik coaching ke depannya anak didik menjadi terarah dan dapat menyelesaikan masalah sendiri dari potensi yang mereka miliki.

3.      Kegiatan praktik coaching dengan murid ataupun sesama rekan guru. Hal ini mengingat guru bukan hanya berperan sebagai pendidik, tetapi juga berperan sebagai teman yang dapat diajak berdiskusi dengan murid. Selain itu, guru juga berdiskusi dengan guru untuk bertukar pikiran mengenai pembelajaran atau isu-isu yang berkembang Dengan penerapan Prensip Pembinaan untuk membanguan komunikasi yang empati dan memperdayakan sebagai pemimpin pembelajaran dan kepala sekolah dalam membuat perubahan strategi yang mampu menggerkkan  komunitas sekolah dengan alur percakapan TIRTA  dan supervisi akademik dengan prinsip pembinaan dapat mengembangankan diri, guru, dan rekan sejawat dan  menjadi seorang pemimpin pembelajar dan kepala sekolah yang berkualitas dan mandir.

4.  Manfaat yang ingin saya dapatkan adalah pengetahuan mengenai coaching yang akan saya impementasikan dengan sebaik-baiknya. Materi coaching dapat menguatkan saya menjadi seorang pemimpin pembelajaran dan kepala sekolah.

5.    Dengan memahami sebagai guru pemimpin pembelajaran kita dapat melejitkan potensi siswa kita menjadi terarah dan siswa dapat menyelsaikan masalahnya sendiri dari potensi yang mereka miliki.

 

 Salam Guru Penggerak : Tergerak, Bergerak, dan Menggerakkan

 Bersama kita bisa cerdasakan bangsa , untuk Indonesia Maju



Senin, 24 Juli 2023

MODUL 1.4. – AKSI NYATA - BUDAYA POSITIF

                                              MODUL 1.4. – AKSI NYATA - BUDAYA POSITIF

Selasa, 20 Juni 2023

Jurnal Refleksi Dwi Mingguan Modul 1.3 Pendidikan Calon Guru Penggerak

 Jurnal Refleksi Dwi Mingguan

Modul 1.3 Pendidikan Calon Guru Penggerak

Refleksi minggu ini saya akan menuliskan apa yang telah saya lakukan dan saya alami selama satu minggu, apa yang menarik buat saya kemudian rencana selanjutnya yang akan saya lakukan dalam minggu selanjutnya jurnal refleksi minggu ini saya menggunakan model I yaitu 4F (Facts, Feelings, Findings, Future) atau 4P yang dikembangkan oleh Dr. Roger Greenaway.

Facts (Peristiwa)

Pada dwi mingguan ketiga, mulai tanggal 14 Juni 2023 - 17 Juni 2023 seluruh Calon Guru Penggerak Angkatan 8 mempelajari modul 1.3 dan mengikuti rangkaian kegiatan pelatihan di LMS (Learning Management System) sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan yang akan dipandu oleh Pengajar Praktik, Fasilitator dan Instruktur. Seperti sebelumnya, kegiatan pelatihan ini mengikuti alur MERDEKA, yaitu Mulai dari Diri, Eksplorasi Konsep, Ruang Kolaborasi, Demonstrasi Kontekstual, Elaborasi Pemahaman, Koneksi Antar Materi dan Aksi Nyata.

Pada modul mulai dari diri sendiri, saya berpikir mengenai murid saya menjadi pribadi seperti apa yang saya inginkan dimasa mendatang 5-10 tahun mendatang. Pada modul eksplorasi konsep, saya mempelajari bahwa pemimpin harus mampu untuk memimpin sekolah secara konstruktif dan berkelanjutan. Selanjutnya saya juga mempelajari tentang IA sebagai pendekatan manajemen perubahan dalam mewujudkan visi berdasarkan tahapan BAGJA. Pada modul diskusi kelompok saya melaksanakan persentasi bersama teman CGP dengan tema penusunan alur kerja melalui IA. Pada modul elaborasi bersama, belajar mendalami pembelajaran tentang karakter berdasarkan profil pelajar pancasila yang dapat dicapai melalui perubahan melalui IA berdasarkan tahapan BAGJA.

Feelings

Saya merasa sangat antusias ketika mempelajari modul ini karena sebelumnya tidak pernah terpikir oleh saya bahwa ketika kita ingin melakukan perubahan ternyata ada metode atau langkah-langkahnya. Ternyata bila kita ingin berubah, sekedar niat saja tidak cukup. Kita perlu merancang sebuah strategi perubahan agar perubahan yang kita lakukan lebih terarah dan lebih mudah mencapai tujuan. Saya juga setelah mengikuti elaborasi pemahaman menjadi lebih mengerti mengenai alur pembuatan VISI terutama Visi guru penggerak yang harus disusun bersarkan BAGJA yang sesuai dengan kondisi guru penggerak, lingkungan sekolah ataupun murid.

Findings

Hal yang mencerahkan bagi saya adalah bahwa ternyata kita sebagai pendidik perlu menyusun visi berdasarkan permasalahan yang saat ini terjadi, dan hal tersebut menjadi lebih mudah setelah saya mengetahui tentang BAGJA.

Future

Setelah mempelajari modul 1.3 tentang visi guru penggerak maka saya akan berusaha menerapkan dan mewujudkan visi yaitu “Terwujudnya Siswa yang Berakhlak Mulia, Relegius, Berfikir Kreatif Dan Kritis, Berkarakter, Kompetitif Untuk Mengekplorasi Pengetahuan, Kecakapan, Dengan Rasa Tanggung Jawab Serta Percaya Diri”. Prakarsa perubahan ini sudah saya rencanakan sesuai dengan alur BAGJA. Saya juga akan melakukan pembelajaran yang berpihak pada murid (Student Centered Learning) dan selalu berusaha melakukan pembelajaran yang menyenangkan dengan selalu berinovasi untuk mengembangkan ide dalam pembelajaran.

Demikian refleksi dwi mingguan ketiga saya, atas perhatiannya saya ucapkan terimakasih.

 

 

Jumat, 25 November 2022

Kado Ulang Tahun HGN ke-77

Serentak, Berinovasi, Memwujudkan Merdeka Belajar dalam rangka Hari Guru Nasional Tahun 2022.

Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Mengadakan senam bersama guru idaman di Stadion Rondong Demang.


Pada hari Rabu tanggal 23-25 November 2022, Alhamdulillah diberi kepercayaan mendapat undangan dari Kementrian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Balai Guru Penggerak Provinsi Kalimantan Timur, terseleksi dan terpilih menjadi peserta pembekalan narasumber "Berbagi Praktik Baik Tahap 2" yang dilaksanakan di hotel Aston kota samarinda. 
Menjadi tantangan dan motivasi untuk terus berkolaborasi dan berbagi ilmu, bahagia rasanya menjadi bagian tersebut.

"Selamat hari guru 25 November 2022 Serentak Berinovasi, Wujudkan Merdeka Belajar"

Selamat Hari Ulang Tahun PGRI yang ke-77

Hari ini PGRI telah berusia 77 tahun.

Hari lahirnya PGRI dirayakan sebagai hari guru nasional (HGN).

Dalam merayakan hari guru nasional, kegiatan di SD Negeri 023 di awali dengan program keagamaan di jum'at berkah, yaitu Sholat Dhuha berjamaah.

Pemasangan spanduk dan unbul-unbul
Memeriahkan hari guru nasional dilanjutkan dengan lomba mewarnai dan menggambar dengan tema hari guru untuk semua siswa SD Negeri 023 Loa Janan.

Prestasi Siswa SDN 023 Loa Janan

 



Menapak presatasi 

Awal kegiatan pramuka yang dipersipakan untuk mengikuti lomba dalam perkemahan ceria  di Samarinda Seberang di Gedep  Al Asad DDI Tani Aman yang dilaksanakan 11 november sampai 13 november.

Kerja keras, berlatih dengan waktu singkat, dengan semangat yang membara, alhamdulillah SD Negeri 023 Loa Janan mendapat juara 2 lomba penjelajahan.

Hal ini sungguh luar biasa karena baru ikut pertama kali setelah beberapa tahun vakum. 

Kegiatan Pramuka Perkemahan  Ceria 
 
Bingkisan dari sekolah untuk para siswa yang mengharumkan nama sekolah 

Pada tanggal 14 november 2022, SD Negeri 023 kembali mengikuti lomba karya tulis ilmiah Al-Qur'an mewakili kecamatan loa janan di tingkat kabupaten. 
Walaupun belum mendapat juara, ananda kami Refa Cahyani Putri sudah memberikan yang terbaik. 
Semoga pengalaman dan ilmu yang didapat menjadi modal dalam mempersiapkan diri dalam lomba selanjutnya.


  JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN MODUL 3.3 PENGELOLAAN PROGRAM YANG BERDAMPAK POSITIF  BAGI MUR ID   Oleh:    Ratna Dewi Calon Guru Pe...